Sabtu, 01 November 2014

Kasiat daun Singkong

khasiat daun singkongKhasiat daun singkong ~ Singkong merupakan dari jenis keluarga tanaman Euphorbiaceae, singkong biasanya dimanfaatkan bukan hanya buahnya saja, namun daunnya juga bisa kita manfaatkan untuk sayuran, buah singkong merupakan salah satu buah-buahan yang menjadi makanan pokok bagi sebagian daerah. Kandungan gizi daun singkong juga banyak diantanya adalah :
    • Vitamin (A, B17, dan C)
    • Kalsium
    • Kalori
    • Fosfor
    • Protein
    • Lemak
    • Hidrat arang
    • Zat besi.
Selain dari kandungan gizi daun singkong khasiat daun singkong juga banyak, yaitu untuk mengobati berbagai jenis penyakit dan berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang dapat diobati dengan memanfaatkan daun singkong dan cara mengolahnya. 
  1. Khasiat daun singkong untuk obat sakit kepala
    • Siapkan beberapa lembar daun singkong atau pucuk ubi yang masih segar
    • Cuci sampai bersih daun singkong yang sudah kita siapkan tersebut
    • Haluskan daun singkong yang sudah kita siapkan tersebut, dengan cara ditumbuk
    • Kompres atau tempelkan kebagian kepala kita yang sedang sakit
    • Lakukan pengobatan tersebut setiap hari selama rasa sakit kepala masih belum sembuh
  2. Khasiat daun singkong untuk obat rematik
    • Siapkan daun singkong yang masih segar kurang lebih 5 lembar
    • Jahe merah 15 gram
    • Kapur sirih secukupnya
    • Haluskan kesemua ramuan tersebut dengan cara ditumbuk ataupun diblender, dan jangan lupa dicampur dengan sedikit air
    • Oleskan ramuan tersebut kebagian tubuh kita yang sakit terkena rematik tersebut
  3. Khasiat daun singkong untuk obat diare
    • Siapkan seikat daun singkong yang masih
    • Cuci sampai bersih daun singkong tersebut
    • Rebus daun singkong tersebut diair dengan air 900cc, sampai airnya berkurang menjadi 450cc
    • Saring ambil airnya
    • Bagi air ramuan tersebut menjadi dua bagian dan minum dua kali sehari pagi dan malam
Demikianlah beberapa khasiat daun singkong dan kandungan vitaminnya, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang khasiat daun alami yang banyak didaerah kita.

Sumber :
http://fungsidaun.blogspot.com/2012/10/khasiat-daun-singkong.html

Ikan Hias Termahal Di Indonesia

Super-Red--n1wan
Jika anda pecinta ikan hias, mungkin anda ingin mengetahui fakta ikan hias apa yang termahal di Indonesia dan terpopuler dipelihara. Memang jenis hewan ini menjadi pilihan utama bagi sebagian orang untuk dipelihara. Disamping menjadi investasi yang baik, perawatannya juga tidak rumit seperti binatang lainnya asalkan kita cukup serius memberikan perhatian.
Berikut inilah daftar 10 besarnya, seperti burung kicau, parameternya untuk menyatakan mahal dan tidaknya tergantung oleh beberapa faktor seperti jenis ikan, ukuran, faktor kebutuhan pasar dan lainnya. Berikut info yang dikutip dari berjambang.blogspot.com

10. Ikan Neon Tetra

Makanan Ikan Neon TetraDikenal dengan nama latin, Paracheirodon innesi, ikan ini berasal dari daerah Amerika Latin seperti Peru, Kolombia dan Brazil. Karena memiliki warna biru terang dibagian punggung dan putih perak di bagian abdomen, ikan ini sering dijadikan ikan hias. Harga ikan ini bervariasi sesuai ukurannya. Untuk ukuran 0.8 cm (usia 40 hari) dijual dengan harga Rp. 150 perekor.

9. Ikan Angel

Cara Pembiakan Ikan AngelDikenal dengan nama Angelfish atau Pterophyllum Sclare, ikan ini termasuk ikan hias karena bentuknya yang pipih dan mulutnya tajam. Ikan ini sangat mudah dipeliharra karena makananya mudah didapat seperti jentik nyamuk atau pelet. Harga ikan ini berkisar Rp. 3.500 untuk ukuran sekitar 3 cm.

8. Ikan Guppy

Gambar Jenis Ikan Guppy TermahalDikenal dengan nama ikan seribu atau ikan cere, ikan hias ini hidup di air tawar dan suka memakan jentik nyamuk sampai 100 jentik sehari sehingga dianggap dapat menumpas penyakit demam berdarah. Harga ikan ini sangat murah, berkisar Rp. 2.500 sampai Rp.10 ribu perekor.

7. Ikan Cupang Crowntail

Gambar Ikan Cupang CrowntailTermasuk jenis ikan cupang yang diperlombakan untuk kontes keindahan, ikan ini memiliki sirip yang unik seperti berbentuk kipas atau layar yang sobek. Di Indonesia, ikan ini dikenal dengan nama cupang serit. Harga ikan ini bervariasi dimulai dengan harga Rp. 15.000.

6. Ikan Mas Koki

Penyakit Ikan Mas Koki dan Cara MengatasinyaDikenal sebagai ikan hias yang hidup di air laut, ikan ini memiliki keunikan di sisiknya yang berwarna emas dengan bentuk mata yang besar dan melotot. Karena amat rawan pada kandungan ammonia, ikan ini membutuhkan perhatian yang sangat besar terutama pemenuhan kebutuhan gelembung udara dan makanan. Nilai jualnya mencapai Rp. 20.000 perekor.

5. Ikan Discus

Harga Jual Ikan Discus 2014Berasal dari lembah Sungai Amazon, ikan air tawar ini banyak dipelihara sebagai ikan hias di akuarium di Asia karena bentuknya yang indah dan warna sisiknya yang bagus. Variannya terbagi dalam 3 warna: hijau, coklat dan biru. Untuk ukuran 3 inchi, ikan ini berharga Rp. 75.000 sampai Rp.100.000

4. Ikan Oscar

Pakan untuk Ikan Oscar BatikKarena mempunyai bentuk dan warna yang menarik, kuning kemerahmerahan, ikan ini populer dikembangbiakkan di Indonesia dan terdapat berbagai jenis varietas karena perkawinan silang. Ikan ini sebaiknya hidup sendiri di aquarium karena tidak ramah dengan ikan lain. Harga ikan ini bervariasi antara Rp. 100.000 sampai Rp. 250.000.

3. Ikan Koi

Gambar Ikan Koi JepangBerasal dari negeri China dan dikenal dengan nama ikan karper, ikan hias ini merupakan kerabat dekat ikan mas dan dianggap pembawa keberuntungan. Untuk memelihara ikan Koi menjadi ikan yang cantik dan sehat termasuk punya nilai jual yang tinggi, ada 3 faktor yang diperhatikan yaitu bibit ikan, makanan dan kualitas air untuk pemeliharaan. Terdapat 24 varietas ikan ini di seluruh dunia. Harga untuk Koi Jepang berkisar Rp. 5 juta – 7 juta untuk ukuran 30-40 cm.

2. Ikan Lou Han

Pakan atau Makanan Terbaik untuk Ikan Louhan
Dikenal dengan nama Flowerhorn (Bahasa Inggris), ikan hias ini terkenal karena indahnya warna sisik dan adanya benjolan kelam di bagian kepalanya. Tiga jenis Ikan Lou Han yang ada di Indonesia adalah Golden Base, Cecu dan SRD. Makanan ikan ini dapat berupa makan kering dan beku seperti cacing daran, udang Prawn dan pelet. Harganya bisa mencapai Rp. 40 juta perekor.

1. Ikan Arwana

Dikenal dengan nama Siluk Merah atau Ikan Naga, ikan hias air tawar ini dapat ditemukan di kawasan negara-negara di Asia Tenggara. Disamping keindahan sisiknya, ikan ini mempunyai daya tahan fisik yang kuat. Karena populasinya terancam punah, ikan ini mempunyai harga jual yang cukup tinggi. Dikabarkan Ikan Arwana jenis Super Red Albino terjual dengan harga Rp. 1 Milyar pada Indonesia Pets Plants Aquatic Expo (IPPAE) tahun 2010.

Sumber
http://terselubung.in/umum/10-ikan-hias-termahal-di-indonesia.html

Kamis, 21 Februari 2013

Sejarah singaraja & Bedugul keramat



Dahulu kala di Pulau Bali, tepatnya di daerah Klungkung hiduplah seorang Raja yang bergelar Sri Sagening. Ia mempunyai istri yang cukup banyak. Istri yang terakhir bernama Ni Luh Pasek. Ni Luh Pasek berasal dari Desa Panji dan merupakan keturunan Kyai Pasek Gobleg. Namun malang nasib Ni Luh Pasek, sewaktu ia mengandung, ia dibuang secara halus dari istana, ia dikawinkan dengan Kyai Jelantik Bogol oleh suaminya.

Kesedihannya agak berkurang berkat kasih sayang Kyai Jelantik Bogol yang tulus. Setelah tiba waktunya ia melahirkan anak laki-laki yang dinamai I Gusti Gede Pasekan.

Bayi bernama I Gusti Gede Pasekan makin hari makin besar, setelah dewasa ia mempunyai wibawa besar di Kota Gelgel. Ia sangat dicintai oleh pemuka masyarakat dan masyarakat biasa.

Ia juga disayang oleh Kyai Jelantik Bogol seperti anak kandungnya sendiri. Pada suatu hari, ketika ia berusia dua puluh tahun, Kyai Jelantik Bogol memanggilnya.

Anakku,” kata Kyai Jelantik Bogol, ”Sekarang pergilah engkau ke Den Bukit di daerah Panji.

Mengapa saya harus pergi kesana, Ayah?

Anakku, itulah tempat kelahiran ibumu.

Baiklah, Ayah. Saya akan pergi kesana.

Sebelum berangkat, Kyai Jelantik Bogol berkata kepada anaknya, ”I Gusti, bawalah dua senjata bertuah ini, yaitu sebilah keris bernama Ki Baru Semang dan sebatang tombak bernama Ki Tunjung Tutur. Mudah-mudahan engkau akan selamat.

Baik, Ayah!

Dalam perjalanan ke Den Bukit ini, I Gusti Gede Pasekan diiringi oleh empat puluh orang di bawah pimpinan Ki Dumpiung dan Ki Kadosot.

Setelah empat hari berjalan, tibalah mereka di suatu tempat yang disebut Batu Menyan. Disana mereka bermalam. Malam itu I Gusti Gede Pasekan dan ibunya dijaga ketat oleh para pengiringnya secara bergiliran.

Tengah malam, tiba-tiba datang makhluk gaib penghuni hutan. Dengan mudah sekali I Gusti Gede Pasekan diangkat ke atas pundak makhluk gaib itu sehingga ia dapat melihat pemandangan lepas dari lautan dan daratan yang terbentang di depannya. Ketika ia memandang ke timur dan barat laut, ia melihat pulau yang amat jauh. Sedangkan ketika ia memandang kearah selatan, pemandangannya dihalangi oleh gunung. Setelah makhluk gaib itu lenyap, didengarnya suatu bisikan.

I Gusti, sesungguhnya daerah yang baru engkau lihat itu akan menjadi daerah kekuasaanmu.

I Gusti Gede Pasekan sangat terkejut mendengar suara gaib itu. Namun ia juga merasa senang, bukankah suara itu adalah pertanda bahwa pada suatu ketika ia akan mendapat kedudukan yang mulia, menjadi penguasa suatu daerah yang cukup luas.

Memang untuk mencapai kemuliaan orang harus menempuh berbagai kesukaran terlebih dahulu.

Ia menceritakan apa yang didengarnya secara gaib itu kepada ibunya.

Ibunya memberi semangat untuk terus melakukan perjalanan. Keesokan harinya rombongan I Gusti Gede Pasekan melanjutkan perjalanan yang penuh dengan rintangan. Walaupun perjalanan ini sukar dan jauh, akhirnya mereka berhasil juga mencapai tujuan dengan selamat.

Pada suatu hari ketika ia berada di desa ibunya, terjadilah peristiwa yang menggeparkan. Ada sebuah perahu Bugis terdampar di pantai Panimbangan. Pada mulanya orang Bugis meminta pertolongan nelayan di sana, tetapi mereka tidak berhasil membebaskan perahu yang kandas.

Nahkoda perahu Bugis sudah putus asa, tapi tetua kampung nelayan datang mendekatinya.

Hanya seorang yang dapat menolong Tuan.

Tuan, katakan saja, siapa yang dapat menyeret perahu kelautan?

Seorang anak muda, namun sakti dan perahu wibawa.” jawab tetua kampung.

Siapa namanya?

I Gusti Gede Pasekan!

Keesokan harinya orang Bugis itu datang kepada I Gusti Gede Pasekan. Ia berkata, ”Kami mengharapkan bantuan Tuan. Jika Tuan berhasil mengangkat perahu kamu, sebagian isi muatan perahu akan kami serahkan kepada Tuan sebagai upahnya.

Kalau itu memang janji Tuan, saya akan mencoba mengangkat perahu kandas itu,” jawab I Gusti Gede Pasekan. Untuk melepaskan perahu besar yang kandas itu, I Gusti Gede Pasekan mengeluarkan dua buah senjata pusaka warisan Kyai Jelantik Bogol.

Ia memusatkan pikirannya. Tak lama kemudia muncullah dua makhluk halus dari dua buah senjata pusaka itu.

Tuan apa yang harus hamba kerjakan?

Bantu aku menyeret perahu yang kandas itu ke laut lepas!

Baik Tuan!

Dengan bantuan dua makhluk halus itu ia pun berhasil menyeret perahu dengan mudah.

Orang lain jelas tak mampu melihat kehadiran si makhluk halus, mereka hanya melihat I Gusti Gede Pasekan menggerak-gerakkan tangannya menunjuk ke arah perahu.

Karena senangnya, orang Bugis itu pun menepati janjinya. Diantara hadiah yang diberikan itu terdapat dua buah gong besar. Karena I Gusti sekarang sudah menjadi orang kaya, ia digelari dengan sebutan I Gusti Panji Sakti.

Sejak kejadian itu, kekuasaan I Gusti Panji Sakti, mulai meluas dan menyebar kemana-mana. Ia pun mulai mendirikan suatu Kerajaan baru di daerah Den Bukit.

Kira-kira pada pertengahan abad ke-17 ibukota Kerajaan itu disebut orang dengan nama Sukasada.

Semakin hari Kerajaan itu makin luas dan berkembang lalu didirikanlah Kerajaan baru. Letaknya agak ke utara dari kota Sukasada. Sebelum dijadikan kota, daerah itu banyak sekali ditumbuhi pohon buleleng. Oleh karena itu, pusat kerajaan baru disebut Buleleng. Buleleng adalah nama pohon yang buahnya sangan digemari oleh burung perkutut. Di pusat kerajaan baru itu didirikan istana megah, yang diberi nama Singaraja.

Nama itu menunjukkan bahwa penghuninya adalah seorang Raja yang seperti singa gagah perkasa. Hal ini dikarenakan I Gusti Panji Sakti memang dikenal sebagai sosok yang sakti dan gagah berani. Jika ada gerombolan bajak laut atau perampok yang mengacau, sang Raja turut maju ke medan perang bersama prajuritnya, karena itu tepatlah jika istananya disebut Singaraja.

Ada pula yang mengatakan bahwa Singaraja berarti "tempat persinggahan raja"’. Konon, ketika istananya masih ada di Sukasada, raja sering singgah disana. Dengan demikian, kata Singaraja berasal dari kata Singgah Raja.

Legenda asal-usul kota Buleleng dan kota Singaraja ini dipercaya penduduk Bali benar-benar pernah terjadi.

Ibu Panji Sakti berasal dari kasta Sudra, yakni kalangan rendah pada masyarakat Hindu-Bali. Hal ini sangat menarik, sebab seseorang yang berasal dari kalangan rendah dapat menjadi orang yang berkedudukan tinggi dan mulia karena perjuangan dan usahanya yang keras meraih cita-cita


Dahulu kala di Pulau Bali, tepatnya di daerah Klungkung hiduplah seorang Raja yang bergelar Sri Sagening. Ia mempunyai istri yang cukup banyak. Istri yang terakhir bernama Ni Luh Pasek. Ni Luh Pasek berasal dari Desa Panji dan merupakan keturunan Kyai Pasek Gobleg. Namun malang nasib Ni Luh Pasek, sewaktu ia mengandung, ia dibuang secara halus dari istana, ia dikawinkan dengan Kyai Jelantik Bogol oleh suaminya.

Kesedihannya agak berkurang berkat kasih sayang Kyai Jelantik Bogol yang tulus. Setelah tiba waktunya ia melahirkan anak laki-laki yang dinamai I Gusti Gede Pasekan.

Bayi bernama I Gusti Gede Pasekan makin hari makin besar, setelah dewasa ia mempunyai wibawa besar di Kota Gelgel. Ia sangat dicintai oleh pemuka masyarakat dan masyarakat biasa.

Ia juga disayang oleh Kyai Jelantik Bogol seperti anak kandungnya sendiri. Pada suatu hari, ketika ia berusia dua puluh tahun, Kyai Jelantik Bogol memanggilnya.

Anakku,” kata Kyai Jelantik Bogol, ”Sekarang pergilah engkau ke Den Bukit di daerah Panji.

Mengapa saya harus pergi kesana, Ayah?

Anakku, itulah tempat kelahiran ibumu.

Baiklah, Ayah. Saya akan pergi kesana.

Sebelum berangkat, Kyai Jelantik Bogol berkata kepada anaknya, ”I Gusti, bawalah dua senjata bertuah ini, yaitu sebilah keris bernama Ki Baru Semang dan sebatang tombak bernama Ki Tunjung Tutur. Mudah-mudahan engkau akan selamat.

Baik, Ayah!

Dalam perjalanan ke Den Bukit ini, I Gusti Gede Pasekan diiringi oleh empat puluh orang di bawah pimpinan Ki Dumpiung dan Ki Kadosot.

Setelah empat hari berjalan, tibalah mereka di suatu tempat yang disebut Batu Menyan. Disana mereka bermalam. Malam itu I Gusti Gede Pasekan dan ibunya dijaga ketat oleh para pengiringnya secara bergiliran.

Tengah malam, tiba-tiba datang makhluk gaib penghuni hutan. Dengan mudah sekali I Gusti Gede Pasekan diangkat ke atas pundak makhluk gaib itu sehingga ia dapat melihat pemandangan lepas dari lautan dan daratan yang terbentang di depannya. Ketika ia memandang ke timur dan barat laut, ia melihat pulau yang amat jauh. Sedangkan ketika ia memandang kearah selatan, pemandangannya dihalangi oleh gunung. Setelah makhluk gaib itu lenyap, didengarnya suatu bisikan.

I Gusti, sesungguhnya daerah yang baru engkau lihat itu akan menjadi daerah kekuasaanmu.

I Gusti Gede Pasekan sangat terkejut mendengar suara gaib itu. Namun ia juga merasa senang, bukankah suara itu adalah pertanda bahwa pada suatu ketika ia akan mendapat kedudukan yang mulia, menjadi penguasa suatu daerah yang cukup luas.

Memang untuk mencapai kemuliaan orang harus menempuh berbagai kesukaran terlebih dahulu.

Ia menceritakan apa yang didengarnya secara gaib itu kepada ibunya.

Ibunya memberi semangat untuk terus melakukan perjalanan. Keesokan harinya rombongan I Gusti Gede Pasekan melanjutkan perjalanan yang penuh dengan rintangan. Walaupun perjalanan ini sukar dan jauh, akhirnya mereka berhasil juga mencapai tujuan dengan selamat.

Pada suatu hari ketika ia berada di desa ibunya, terjadilah peristiwa yang menggeparkan. Ada sebuah perahu Bugis terdampar di pantai Panimbangan. Pada mulanya orang Bugis meminta pertolongan nelayan di sana, tetapi mereka tidak berhasil membebaskan perahu yang kandas.

Nahkoda perahu Bugis sudah putus asa, tapi tetua kampung nelayan datang mendekatinya.

Hanya seorang yang dapat menolong Tuan.

Tuan, katakan saja, siapa yang dapat menyeret perahu kelautan?

Seorang anak muda, namun sakti dan perahu wibawa.” jawab tetua kampung.

Siapa namanya?

I Gusti Gede Pasekan!

Keesokan harinya orang Bugis itu datang kepada I Gusti Gede Pasekan. Ia berkata, ”Kami mengharapkan bantuan Tuan. Jika Tuan berhasil mengangkat perahu kamu, sebagian isi muatan perahu akan kami serahkan kepada Tuan sebagai upahnya.

Kalau itu memang janji Tuan, saya akan mencoba mengangkat perahu kandas itu,” jawab I Gusti Gede Pasekan. Untuk melepaskan perahu besar yang kandas itu, I Gusti Gede Pasekan mengeluarkan dua buah senjata pusaka warisan Kyai Jelantik Bogol.

Ia memusatkan pikirannya. Tak lama kemudia muncullah dua makhluk halus dari dua buah senjata pusaka itu.

Tuan apa yang harus hamba kerjakan?

Bantu aku menyeret perahu yang kandas itu ke laut lepas!

Baik Tuan!

Dengan bantuan dua makhluk halus itu ia pun berhasil menyeret perahu dengan mudah.

Orang lain jelas tak mampu melihat kehadiran si makhluk halus, mereka hanya melihat I Gusti Gede Pasekan menggerak-gerakkan tangannya menunjuk ke arah perahu.

Karena senangnya, orang Bugis itu pun menepati janjinya. Diantara hadiah yang diberikan itu terdapat dua buah gong besar. Karena I Gusti sekarang sudah menjadi orang kaya, ia digelari dengan sebutan I Gusti Panji Sakti.

Sejak kejadian itu, kekuasaan I Gusti Panji Sakti, mulai meluas dan menyebar kemana-mana. Ia pun mulai mendirikan suatu Kerajaan baru di daerah Den Bukit.

Kira-kira pada pertengahan abad ke-17 ibukota Kerajaan itu disebut orang dengan nama Sukasada.

Semakin hari Kerajaan itu makin luas dan berkembang lalu didirikanlah Kerajaan baru. Letaknya agak ke utara dari kota Sukasada. Sebelum dijadikan kota, daerah itu banyak sekali ditumbuhi pohon buleleng. Oleh karena itu, pusat kerajaan baru disebut Buleleng. Buleleng adalah nama pohon yang buahnya sangan digemari oleh burung perkutut. Di pusat kerajaan baru itu didirikan istana megah, yang diberi nama Singaraja.

Nama itu menunjukkan bahwa penghuninya adalah seorang Raja yang seperti singa gagah perkasa. Hal ini dikarenakan I Gusti Panji Sakti memang dikenal sebagai sosok yang sakti dan gagah berani. Jika ada gerombolan bajak laut atau perampok yang mengacau, sang Raja turut maju ke medan perang bersama prajuritnya, karena itu tepatlah jika istananya disebut Singaraja.

Ada pula yang mengatakan bahwa Singaraja berarti "tempat persinggahan raja"’. Konon, ketika istananya masih ada di Sukasada, raja sering singgah disana. Dengan demikian, kata Singaraja berasal dari kata Singgah Raja.

Legenda asal-usul kota Buleleng dan kota Singaraja ini dipercaya penduduk Bali benar-benar pernah terjadi.

Ibu Panji Sakti berasal dari kasta Sudra, yakni kalangan rendah pada masyarakat Hindu-Bali. Hal ini sangat menarik, sebab seseorang yang berasal dari kalangan rendah dapat menjadi orang yang berkedudukan tinggi dan mulia karena perjuangan dan usahanya yang keras meraih cita-cita

Selasa, 19 Februari 2013

Manfaat Minum Teh


sejak jaman dulu teh dipercaya dapat meredakan beragam penyakit dan memiliki banyak khasiat dan kegunaan. Teh banyak digemari orang dari seluruh penjuru dunia sebagai minuman baik itu disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin.


Teh dikenal sebagai minuman mengandung cafein yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman teh (Camellia sinensis) diberi pemanis gula dengan air panas dan atau ditambahkan es batu sebagai minuman yang menyegarkan. Dibalik rasanya yang khas, ternyata teh memiliki sederetan keunggulan tersendiri. Berikut 10 khasiat dan kegunaan daripada teh.

1. Teh memiliki kemampuan untuk mengobati berbagai penyakit kanker seperti kanker kulit, kanker kerongkongan, kanker lambung, kanker hati, kanker usus halus, kanker pankreas, kanker kolon, kanker kantung kemih, kanker prostat, kanker kelenjar usus, bahkan kanker payudara. Selain itu, dengan meminum minimal satu cangkir the tiap hari juga akan mengurangi resiko terkena jantung koroner.


2. Selain cafein (40 mg percangkir), teh juga memiliki kandungan vitamin B1, B2, E, dan K, ternyata kandungan vitamin B-12 dalam teh, sepuluh kali lebih besar ketimbang apel, tomat, atau jeruk.

3. Kandungan vitamin dalam dua cangkir teh hijau setara dengan segelas jus jeruk.

4. Anda dapat mengurangi pembentukan karang gigi dengan cara berkumur dengan air teh setelah makan.

5. Teh dapat digunakan sebagai obat diare. Cuci bersih daun teh muda dan segar sebanyak 20 gram, lalu rebus dengan tiga gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.

6. Teh tidak akan menyebabkan dehidrasi. Konsumsi 3-4 cangkir teh setiap hari, sama baiknya dengan minum air putih.

7. Kegunaan teh untuk mengobati luka luar ringan. Caranya, cucilah daun teh segar hingga bersih kemudian giling hingga halus. Bubuhkan pada bagian yang terluka, lalu dibalut.

8. Memulihkan infeksi saluran pencernaan, kolesterol, dan darah tinggi. Seduh 7 gr daun teh hijau kering dengan air panas. Biarkan selama 10 menit. Minumlah selagi hangat.

9. Seduhan daun teh dapat digunakan sebagai penyubur dan penghitam rambut. Embunkan secangkir air teh kental semalaman. Keesokan harinya, gunakan air teh untuk membasahi kulit kepala dan rambut sambil dipijat-pijat. Lakukan sehari sekali hingga terlihat hasilnya.
10. Teh memiliki khasiat meredakan sakit kepala. Siapkan cangkir teh kental. Tambahkan 1 sendok teh air jeruk nipis dan 1 sendok makan madu. Aduk hingga rata, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.





http://mbahdaur.blogspot.com/2013/01/10-manfaat-minum-teh.html
Description: 10 Manfaat Minum Teh Rating: 5.0 Penulis: Mbah DaurJudul: 10 Manfaat Minum Teh