Minggu, 20 Januari 2013

Pulau-pulau Indonesia yang sangat kaya raya sejak masa peradaban kuno

Masa lampau Indonesia sangat kaya raya. Ini dibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno. Kali ini kami akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu akan kami sebutkan menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Sumatera - Pulau Emas


Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.

Pada masa Dinasti ke-18 Fir'aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua - daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir'aun Mesir kuno.

Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur.

Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas. Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas kembali.


Jawa - Pulau Padi


Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "Pulau Padi" dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan "Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan tambang emas", sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau Padi”.
Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawadwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak.

Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.

Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.
Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”

Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.
Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.


Kepulauan Sunda kecil (Bali, NTB dan NTT) - Kepulauan Wisata


Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.

Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Sejak dulu telah ada yang berwisata ke daerah ini. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11. Pada tahun 1920 wisatawan dari Eropa mulai datang ke Bali. Bali di Eropa dikenal juga sebagai the Island of God.

Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau. Kuda Nusa tenggara sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Abad 13 M Nusa Tenggara Barat telah mengirim kuda-kuda ke Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai tempat pariwisata raja-raja. Raja-raja dari kerajaan Bali membangun Taman Narmada pada tahun 1727 M di daerah Pulau Lombok untuk melepas kepenatan sesaat dari rutinitas di kerajaan.

Daerah Sunda Kecil yang tidak kalah kayanya adalah Nusa Tenggara Timur, karena di daerah ini terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Cendana adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Cendana dari Nusa Tenggara Timur telah diperdagangkan sejak awal abad masehi. Sejak awal abad masehi, banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Kini Kepulauan Sunda kecil ini merupakan tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Bali merupakan pulau terindah di dunia. Lombok juga merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Sementara itu di Nusa tenggara Timur terdapat Pulau yang dihuni binatang purba satu-satunya di dunia yang masih hidup yaitu komodo. Kepulauan Sunda kecil merupakan tempat yang misterius dan sangat menawan. Kepulauan ini bisa mendapat banyak kekayaan para pelancong dari seluruh dunia jika dikelola secara maksimal.



Kalimantan - Pulau Lumbung energi


Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (T’ai p’ing huan yu chi) disebut dengan istilah Chin li p’i shih. Nusa Kencana" adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P'ulo Chung). Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda.

Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara-muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.

Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “Quetaire” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.

Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.


Sulawesi - Pulau besi



Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Celebes. Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu terbukti dengan adanya peninggalan purba di Pulau ini. Contohnya lokasi prasejarah zaman batu Lembah Besoa.

Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi. Dalam sejarah Majapahit, wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain-lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.

Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah Nusantara.

Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya dirintis Marco Polo.

Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi.


Maluku - Kepulauan rempah-rempah



Maluku memiliki nama asli "Jazirah al-Mulk" yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku ‘Summa Oriental’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai ‘the spices island’.

Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands.

Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.

Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.

Kini sebenarnya Maluku bisa kembali berjaya dengan hasil pertaniannya jika terus dikembangkan dengan baik. Maluku bisa kaya raya dengan hasil bumi dan lautnya.



Papua - Pulau surga



Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.

Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.

Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.

Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan "dunia yang hilang",dan "Taman Firdaus di bumi", dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.

-**-

Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita tidak tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Indonesia ini yang tidak tercatat sejarah.
Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.

Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun budayanya.

Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu. Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita.
Alam Indonesia yang kaya-raya dan dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.

http://indonesiatop.blogspot.com/2010/02/pulau-pulau-indonesia-yang-sangat-kaya.html

7 Fakta Indonesia Yang Mendunia


Banyaknya persoalan dan pandangan negatif yang sedang dihadapi oleh Indonesia, diantaranya tentang dunia politik, keamanan, bahkan kesejahteraan rakyat kecil, sedikit banyak memang mempengaruhi citra pemerintah dan negara di mata masyarakat Indonesia sendiri maupun dunia internasional. Namun sebenarnya, sekedar saling mengingatkan bahwa negeri kita adalah negeri yang sangat kaya dan berpotensi, baik dari sumber daya alamnya ataupun dari budaya asli seperti sebagai negara dengan suku, bangsa, dan bahasa yang terbanyak di dunia. Selain itu juga terdapat beberapa prestasi dari anak-anak bangsa yang begitu membanggakan. Dan berikut 7 fakta tentang Indonesia yang mendunia.

Rumah terunik di Indonesia

Mau tahu rumah-rumah unik yang ada di Indonesia? Berikut rumah-rumah tersebut:

Rumah Domes



Rumah domes terdapat di perkampungan domes New Nglepen, Jogja. Di perkampungan ini terdapat rumah-rumah putih berbentuk kubah atau setengah bola yang dirancang sebagai perumahan tahan gempa. Warga di sekitar menyebut rumah domes ini sebagai rumah Teletubbies.


Rumah pohon


Di Papua, suku Korowai membangun rumah mereka di atas pohon. Beberapa rumah mereka bahkan bisa mencapai ketinggian sampai 50 meter dari permukaan tanah. Masyarakat adat Korowai dijuluki "orang pohon" karena selalu membuat rumah yang bertengger di atas pepohonan.

Goa Gala


Gua ini merupakan tempat tinggal dari seorang pertapa yang bernama Made Byasa yang dibuat selama sekitar 15 tahun dengan peralatan yang sederhana menjadikannya sebagai rumah tinggal di bawah tanah dalam liang batu kapur. Goa Gala terletak di Nusa Lembongan, Bali. Seperti rumah pada umumnya, dalam rumah tinggal Made Byasa ini terdapat ruang tamu, dua buah kamar tidur, kamar mandi, sumur dan dua buah dapur.


Istana Wong Sintinx


Rumah yang terletak di Jakarta Timur ini merupakan milik paranormal Ki Joko Bodo. Ki Joko Bodo memberi judul yang terpampang secara mencolok di dinding depan rumahnya dengan tajuk ”Istana Wong Sintinx” (Istana Orang Gila). Rumah ini unik dengan kehadiran simbol burung hantu dan ular naga di bagian teratas.

Rumah Botol


Rumah yang memanfaatkan botol bekas minuman berenergi ini mendapat gelar juara dalam Green Design Award 2009, yang diselenggarakan oleh BCI Asia. Rumah ini menghabiskan 30.000 botol bekas yang berdiri di atas tanah seluas 373 meter persegi, di kawasan Cigadung Selatan, Bandung. Selain ramah lingkungan, rumah botol juga berjasa dalam penghematan energi. Dindingnya yang terbuat dari kaca, membuat sinar matahari lebih mudah masuk sehingga tidak perlu menyalakan lampu pada siang hari.

Rumah gurita


Patung gurita yang nemplok di atap sebuah rumah di Bandung ini membuat rumah ini terlihat unik. Patung gurita itu difungsikan sebagai payung untuk menaungi ruang makan yang berada di bawahnya. Masyarakat mengenal rumah ini sebagai rumah gurita.

http://indonesiatop.blogspot.com/2010/03/rumah-terunik-di-indonesia.html

PENGINAPAN PARA BACKPACKER DI YOGYAKARTA

Kampung Prawirotaman Yogyakarta, mungkin nama ini tidak asing bagi para pecinta petualang wisata atau yang sering dikenal dengan nama Backpacker. Dengan banyaknya para wisatawan mancanegara maupun domestik yang berkunjung keKampung PrawirotamanYogyakarta, membuat rasa keingin tahuan penulis untuk mencari tahu tentang sejarah dan daya tarik objek Kampung Prawirotaman tersebut.



Kawasan Kampung Prawirotaman Yogyakarta bermula dari sebuah cerita seorang yang bernama Prawirotomo yang menerima hadiah sepetak tanah dari Keraton Yogyakarta. Sebelum kemerdekaan, Prawirotaman merupakan tempat berkumpulnya laskar pejuang. Dan pada tahun 60-an, kampung ini dikenal sebagai pusat industri batik cap yang dikelola oleh keturunan Prawitomo.

Keloyalan Prawirotomo pada Keraton Yogyakarta luar biasa. KetikaKeraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi bagian dari Republik Indonesia, keluarga Prawirotomo mengikuti langkah itu. Konsekuensinya tidaklah ringan, karena tanah keluarga harus dijadikan markas perjuangan Republik Indonesia. dan yang lebih menyedihkan bangunan rumah yang gagah berdiri, sudah pasti banyak lubang karena peluru yang ditembakan penjajah koloni pada masa waktu itu.

Menurut informasi yang penulis dapatkan dari seorang sesepuh di daerah setempat yang tidak mau disebutkan namanya. Konon pada waktu masa perjuangan ada sekelompok pejuang digdaya yang tahan peluru dan bisa menghilang yang tinggal di daerah Prawirotaman ini, Nama kelopok tersebut terkenal dengan julukan Prajurit Laut.

Sesuai dengan julukannya, pasukan itupun datang bagai hantu dan langsung memorak-porandakan pasukan Hindia Belanda. Dan pasukanPrajurit Laut ini tinggal di sisi Prawirotaman bagian selatan. Maka bila kita datang ketempat ini kita akan mememukan sebuah monumen kecil disudut Kampung Prawirotaman, yang mana monumen ini didirikan untuk mengenang jasa keberanian pasukan Prajurit Laut 

Saat gairah nasionalisme merebak pada tahun 60-an yang diterjemahkan dengan berdiri di atas kaki sendiri, Kampung Prawirotaman menjadi basis batik cap. Produk lokal yang mendapat tempat di pasar Yogyakarta. Ribuan cap batik dari tembaga dimilki oleh keturunan keluarga Prawirotomo.

Mulai dari sinilah, ratusan kilogram batik beredar di pasar-pasar sekitarYogyakarta, Bantul, Purworejo, dan Sleman. Industri ini menyedot puluhn tenaga lokal. Prawirotaman menjadi salah satu sentra ekonomi besar di Kota Yogyakarta.Masa emas ini berlangsung tidak lama, dan hanya satu dekade saat kain dan pakaian jadi impor membanjiri Indonesia pada tahun 1970-an. Industri Batik Cap Prawirotamo pun meredup bagai sinar lampu sentir.

Ketika industri batik cap makin meredup, pada tahun 70-an, para keturunan Prawirotomo mulai beralih haluan usaha dengan membuka jasa penginapan. Sejak itulah Prawirotaman mulai dikenal sebagai kampung para wisatawan.untuk bermalam. Hingga saat ini, kebanyakan penginapan di Kampung Prawirotaman masih dikelola oleh keturunanPrawirotomo yang terdiri atas tiga keluarga besar, yaituWerdoyoprawiroSuroprawiro, dan Mangunprawiro.

Selalu ada jalan keberkahan di balik setiap musibah. Setelah mereka beralih haluan usaha. Dari setiap rumah produksi batik dialihkan menjadi rumah penginapan bagi setiap wisatawan yang berkunjung di daerah ini.. Hingga sekarang tempat ini berkembang pesat dan maju  hingga terkenal di mancanegara..

Salah satu penyebab banyak para wisatawan  memilih tempat penginapan di Kampung Prawirotaman dikarenakan tempatnya sangat strategis dan terletak di jalur wisata Yogyakarta. dan jika kita memilki wktu senggang, kita bisa melakukan petualangan wisata sejraha dan budaya di Kota Yogyakarta. Mulai pagi-pagi kita dapat berjalan mengarah ke utara, melewati alun-alun kidul, menembus Tamansari, berbelok ke kampung Kauman, dan setelah itu kita dapat menuju ke Keraton Ngayogyakarta. Dan kita dapat melajutkan perjalanan wisata di kota Yogyakarta dengan menggunakan kendaran tradisional yaitu becak atau pun andong,

Ada cerita dibalik setiap peristiwa, namun ada pesan dari setiap objek wisata yang dapat kita nikmati di Kota Yogyakarta. Semoga artikel secerhana ini dapat memberikan informasi bagi setiap sahabat yang akan mengunjungi Kota Yogyakarta.



http://ejawantahtour.blogspot.com/2012/09/kampung-prawirotaman-lokasi-penginapan.html

Museum-Museum Indonesia Berdesain Unik

Kamu pernah ke museum?... Berkunjung ke museum kita bisa melihat hal-hal yang menarik bahkan arsitektur museum bisa sama menariknya dengan isi museum itu sendiri. Dengan desain arsitektur yang unik, museum jadi tidak membosankan dan bisa menarik banyak pengunjung setiap hari. Kali ini Indonesiatop.blogspot.com mengumpulkan beberapa museum dengan desain arsitektur yang unik di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa museum yang memiliki desain bangunan yang tidak biasa di Indonesia.

Museum Tsunami, Aceh


Museum tsunami terletak di Jl. Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Museum Tsunami Aceh didirikan untuk mengenang kembali peristiwa tsunami yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 26 Desember 2008. Museum Tsunami Aceh menampilkan simulasi elektronik gempa bumi Samudra Hindia 2004, foto-foto korban dan kisah dari korban selamat. Bangunan museum terlihat sangat artistik dan unik. Bentuk bangunan ini terkesan megah dengan tampak luar seperti kapal besar penyelamatan. Pada atap bangunan yang cukup tinggi dibuat sebagai taman dengan konsep escape hill yang dapat berfungsi sebagai tempat evakuasi dan menyelamatkan diri bila tsunami kembali datang. Bila dilihat dari angkasa, bangunan museum ini berbentuk angka enam dan sembilan yang saling mengikat.

Museum Renon, Bali


Museum Renon atau bisa disebut Museum Perjuangan Rakyat Bali ini berisikan diorama dan foto-foto perkembangan sejarah Bali mulai dari jaman kerajaan, penjajahan Belanda, sampai pada masa kemerdekaan. Museum terletak di Lapangan Renon Denpasar ini berarsitektur unik, terbuat dari batu dan terdapat sebuah menara yang menjulang di tengah-tengahnya. Menara itu merupakan monumen perjuangan rakyat Bali. Arsitektur monumen ini sangat unik, mengambil bentuk Bajra atau Genta, peralatan yang digunakan oleh Pandita Hindu selama upacara keagamaan.

Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta


Museum Purna Bhakti Pertiwi ini didirikan untuk mengenang sejarah hidup Suharto. Museum ini berisi penghargaan-penghargaan berbagai macam cenderamata dari para petinggi negara, politisi, dan kalangan pebisnis, yang diterima Presiden Suharto ketika masih menjabat sebagai Presiden RI. Bangunan museum ini sangat unik karena menyerupai bentuk nasi tumpeng. Ada kerucut utama di bagian tengah dengan kerucut yang lebih kecil mengelilinginya. Bentuk bangunannya yang unik serupa tumpeng mencerminkan falsafah orang Jawa saat melaksanakan syukuran atas pemberian Tuhan.

Museum Affandi, Yogyakarta


Museum ini terletak di Yogyakarta. Museum ini mengoleksi lukisan karya Almarhum Affandi yang merupakan salah satu pelukis Yogyakarta yang telah mendunia. Museum yang terletak di Yogjyakarta ini memiliki area seluas 3500 are yang terdiri dari museum itu sendiri dan bangunan yang dulunya merupakan rumah Affandi. Arsitektur museum ini sangat unik tidak seperti museum biasanya. Museum ini memiliki atap yang berbentuk daun pisang. Bangunan museum didominasi dengan bahan kayu dipadukan dengan bahan beton, bambu, besi, dan perangkat rumah model baru, sehingga menunjukkan kesan modern dan unik.

Museum Komodo, Jakarta


Museum Komodo terletak di TMII Jakarta. Museum Fauna Indonesia “Komodo” berisi pesona satwa langka dalam bentuk awetan seperti jenis-jenis binatang mamalia, reptilia lengkap dsb. Disekitar gedung museum juga terdapat koleksi reptilia hidup. Arsitektur bangunan sangat unik seperti bentuk hewan komodo raksasa.

Museum Puspa Iptek, Bandung


Puspa Iptek, alias Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Bangunan museum ini sangat unik karena berfungsi juga sebagai Jam matahari atau 'sun dial' raksasa, yang jarumnya punya panjang 30 meter. Di bawah atap miring sundial terdapat museum atau atau pusat peragaan alat-alat iptek berupa alat peraga yang berkaitan dengan ilmu fisika dan kimia, baik optik maupun mekanik. Gedung Puspa Iptek yang memiliki luas 700 M2 ini dinyatakan MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai jam matahari pertama sekaligus terbesar di Indonesia.

Museum Sepuluh November, Surabaya


Museum Sepuluh November didirikan untuk mendukung keberadaan Tugu Pahlawan di Surabaya. Di museum ini terdapat rekaman asli pidato Bung Tomo yang berapi-api membangkitkan semangat perjuangan dan di museum ini juga terdapat beberapa diorama yang menggambarkan aksi kepahlawanan arek-arek Suroboyo. Aristektur Museum 10 November terbilang unik, dari tampak luar bangunan utama berbentuk limas laksana piramid. Pada bagian tengah piramida ini terdapat patung yang menggambarkan tiga pemuda dengan senjata bambu runcing berjuang melawan penjajah.

Museum PP IPTEK, Jakarta


Museum Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan TEKnologi (PP IPTEK) terletak di kompleks Taman Mini Indonesia. Museum ini dilengkapi dengan demo sains dan juga para pengunjung bisa melakukan berbagai eksperimen sains menakjubkan di museum ini. Filosofi konsep desain bangunannya futuristic, menjelajah tanpa batas, dengan luas bangunan 24.000 m2 dan luas area 42.300 m2.

Museum Karst Dunia, Wonogiri


Museum KARST DUNIA terletak di tengah pegunungan Sewu, Wonogiri Jawa Tengah. Kawasan karst di Wonogiri dinilai memilik keistimewaan tersendiri. Yakni karstnya ada di permukaan dan ada yang di dalam. Sehingga kawasan Karst ini layak untuk dilengkapi dengan museum. Museum yang dibangun di Pracimantoro Wonogiri ini menggambarkan khasanah karst dengan keunikan goa-goa di Pracimantoro. Di dalam bangunan museum ini tersimpan banyak koleksi atau benda dan informasi yang berhubungan dengan karst. Bentuk Bangunan Museum Karst Pracimantoro ini unik seperti berbentuk piramida.

Museum Listrik dan Energi Baru, Jakarta


Museum Listrik dan Energi Baru (Museum LEB) terletak di TMII, Jakarta. Di Museum Listrik & Energi Baru, terdapat peragaan tentang para ahli yang menemukan listrik di dunia. Rancang-bangunnya mengacu pada konsep arsitektur berbentuk tapak “Struktur Atom”, yaitu satu proton dikelilingi tiga elektron, diaplikasikan dalam bentuk Anjungan Listrik yang dikelilingi tiga bangunan lain, yakni Anjungan Energi Baru, Anjungan Energi Fosil, dan Anjungan Energi Konvesional.

Masih banyak museum di Indonesia yang unik dan menarik dan layak untuk dikunjungi selain dari yang dituliskan disini. Dengan berkunjung ke museum semoga bisa menambah pengetahuan kita.

http://indonesiatop.blogspot.com/2011/04/museum-museum-indonesia-yang-memiliki.html

WISATA BUDAYA ANGKLUNG SEBUAH PESAN SENI DALAM TRADISI MODERN


Berbicara mengenai wisata budaya daerah, wisata budaya nasional, dan wisata budaya global banyak kita akan menemukan versi pendapat dari para pencetus dan penggagas konsep seperti wisata budaya ini. Inti dari wisata budaya itu sendiri merupakan pengenalan suatu jati diri bangsa yang terdiri dari sekelompok manusia yang disatukan dalam suatu wilayah yang senantiasa berproses, berkembang, bahkan melakukan suatu perubahan.


Wisata budaya merupakan salah satu perjalanan wisata yang memiliki konsep edukatif tentang suatu tradisi dan kesenian budaya suatu daerah. Dalam hal ini kita dapat mengunjungi suatu tempat pembinaan khusus kesenian tradisional di salah satu wilayah yang terdapat di daerah Bandung, Jawa Barat, Indonesia, yaitu pusat pembinaan dan pengembangan alat musik tradisional "angklung", dimana angklung yang dikenal sebagai alat kesenian tradisional dari negeri Pasundan Jawa Barat, Indonesia.

Pengalaman menarik pada saat penulis hadir bersama para peserta wisata ke salah satu pusat pembinaan kesenian tradisional angklung di wilayah Bandung, Jawa, Barat, Indonesia. Dimana kita dapat melihat dengan jelas sisi-sisi penggalian dan pengkajian peningkatan dalam peragsangan kreativitas terbentuk dalam suatu fenomena aura unik yang sangat mengasyikan untuk di lihat, disentuh, dimainkan, dan dirasakan 

Infromasi yang penulis dapatkan dari hasil pertemuan dengan beberapa rekan budayawan dan kraetifitas seni dilokasi bahwa suatu pembangunan di bidang kebudyaaan dapat dikatakan berhasil apabila suatu daerah dapat memperlihatkan perubahan peningkatan mutu dan jumlah, baik pada karya-karya budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya.

Adapun contoh kegiatan wisata budaya yang dilakukan penulis bersama klien pada saat melakukan  kunjungan di salah satu objek wisata budaya dapat di lihat dari sebuah hasil rekaman dan pengkajian yang penulis kemas menjadi informasi multimedia dibawah ini yang dapat disebarluaskan untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan apresiasi, dan memperdalam pemahaman tentang salah suatu konsep perjalanan wisata budaya dengan ikut mempromosikan kesenian tradional angklung yang dimiliki masyarakat internasional sebagai hasil karya tangan dingin anak bangsa Indonesia yang telah di akui olehUNESCO.


http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/01/wisata-budaya-angklung-sebuah-pesan.html